Kajian Prosa Fiksi

Timun Mas

10+ Bagian Cerita Timun Mas yang Menjadikan Daya Tarik Pembaca

Pada zaman dahulu, di sebuah desa dekat hutan tinggallah sepasang petani yang telah lama belum dikarunia anak. Mereka setiap hari memohon kepada Tuhan agar diberi anak. Dan pada suatu hari, doa mereka didengar oleh seorang raksasa. Sang raksasa pun menawarkan bantuan kepada sepasang petani tersebut kalau mereka akan memperoleh seorang anak dari buah timun yang mereka tanam di ladang mereka. Tetapi sang raksasa mengajukan syarat, apabila mereka anak mereka telah berusia 17 tahun, mereka harus menyerahkannya kepada sang raksasa. Sepasang petani itu pun menyetujuinya tanpa pikir panjang. Sang anak pun diberi nama Timun Mas.

Mereka pun hidup berbahagia hingga ketika Timun Mas berumur 17 tahun, sang raksasa datang menagih janjinya. Sepasang petani itu melupakan janjinya dan ketakutan. Mereka menyuruh Timun Mas menyelamatkan diri dengan membawa 4 benda ajaib, yaitu biji timun, jarum, garam, dan terasi.

Timun Mas menyebarkan biji timun yang kemudian berubah menjadi ladang timun. Sang raksasa berhenti untuk memakan timun kesukaannya. Setelah kenyang, ia mengejar Timun Mas lagi. Ketika sang raksasa mendekat, Timun Mas menyebar jarum yang kemudian berubah menjadi hutan bambu berduri yang lebat. Ketika hampir tersusul kembali, Timun Mas menyebar garam yang seketika berubah menjadi lautan. Sang raksasa dapat berenang dan mengejar Timun Mas hingga akhirnya Timun Mas menyebarkan terasi yang berubah menjadi lumpur. Sang raksasa yang telah kelelahan akhirnya tenggelam ke dalam lumpur. 

Akhirnya Timun Mas kembali ke rumah orang tuanya dengan selamat dan karena kecantikannya dipersunting oleh seorang pangeran.


Perkembangan
Menurut saya, di era digital seperti ini, perkembangan cerita dongeng seperti ini sangatlah mundur dibandingkan saya kecil. Dahulu, para orang tua biasanya menceritakan cerita-cerita rakyat kepada anaknya. Namun sekarang, anak-anak terlalu terobsesi dengan menonton TV, Youtube, dan game di hpnya. Namun itu semua bukanlah salah sang anak, melainkan kurangnya bimbingan dari orang tua. Karena anak kecil tidak bisa disuruh, melainkan mereka mencontoh hal-hal di sekitarnya. Jika orang tua menonton TV dan memainkan hp, maka anak akan meniru seakan hal tersebut adalah hal yang sewajarnya orang-orang lakukan. Tetapi jika orang tua membaca buku, dan membacakan buku kepada anaknya, anak-anakpun akan tertarik dengan membaca dan akan berkembang. Anak-anakpun akan menjadi lebih aktif karena tidak adiktif kepada gadget. 
Makan perkembangan ini pun tergantung orang tua ketika mendidik anak sedari kecil. Saat mereka besar mereka akan menjadi lebih mudah membaca buku.

Comments

Popular posts from this blog

Tokoh dan Penokohan

Plagiarism

Fungsi Sastra